CANTIK NAMUN BERBAHAYA, ULAT PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT (UPDKS)

Admin BARI (Bakrie Agronomy Research and Innovation) | 24 June 2026 16:25

CANTIK NAMUN BERBAHAYA, ULAT PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT (UPDKS)

    CANTIK NAMUN BERBAHAYA, ULAT PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT (UPDKS) 

 

                                                                                             Diffa Fadhil Sriyanto


 

Pendahuluan

  Produsen minyak sawit terbesar berasal dari Indonesia, perkebunan  kelapa sawit menyebar hamper di seluruh wilayah Indonesia, dari Sumatra hingga ke Papua. Sebaran Perkebunan yang cukup luas tidak menutup kemungkinan serangan hama pada komoditas kelapa sawit.

  Kelapa sawit merupakan sumber makanan hama dari kelompok Coleoptera, Lepidoptera, Isoptera, dan Orthoptera [1]. Diperlukan perhatian khusus agar populasi hama tetap terkontrol dan tidak menyebabkan ledakan populasi (outbreak).

 

Kelompok  dalam kategori UPDKS (Ulat Pemakan daun Kelapa Sawit)

  Ulat pemakan daun kelapa sawit terdiri dari 3 kelompok utama, yaitu ulat api, ulat kantong, dan ulat bulu. Hama ini menyerang mulai dari masa pembibitan sampai pembuahan, merusak pelepah yang akan menghambat fotosintesis dan menyebabkan penurunan produksi [2]. 

  UPDKS terdiri dari tiga kelompok utama yaitu ulat api, ulat kantong, dan ulat bulu. Ulat api dicirikan dengan warnanya yang mencolok disertai duri halus (scoli), duri-duri ini mengandung racun kontak yang memberikan efek menyengat dan panas jika terkena kulit manusia. Ulat kantong memiliki tubuh yang tertutup kantong pelindung, terbuat dari liur mereka yang ditempeli jaringan daun ataupun serat pelepah. Ulat bulu dicirikan dengan ukuran tubuh yang panjang  dikelilingi rambut (setae) yang sangat lebat di seluruh tubuhnya.
 

Spesies Penting dari Masing-masing Kelompok UPDKS

  Setiap kelompok UPDKS terdiri dari berbagai macam spesies yang dapat menginvasi tanaman, namun terdapat beberapa hama major atau umum di perkebunan kelapa sawit. Ulat api yang paling merusak di Indonesia saat ini adalah Setothosea asigna, Setora nitens, dan Darna trima [3].

 

Spesies ulat kantong yang merupakan hama major adalah Clania tertia, Pteroma Pendula , Metisa plana, dan Mahasena corbetii.

 

Spesies ulat bulu merupakan hama minor dalam perkebunan kelapa sawit, adapun spesies yang sering dijumpai adalah Amathusia phidippus, Calliteara horsfieldii, dan Dasychira inclusa.

 

Siklus Hidup Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit

  Setiap spesies UPDKS memiliki masa hidup yang berbeda, jadi tidak bisa dipukul rata untuk siklus hidup dari masing-masing spesies. Siklus hidup ulat api berbeda dengan ulat kantong, sehingga waktu pengendalian dari masing-masing spesies berbeda.


 

Dampak Serangan UPDKS

  Serangan UPDKS yang tidak dikendalikan dapat menyebabkan defoliasi dan kehilangan produksi, apabila persentase defoliasi hampir 100% dapat menurunkan produksi 70% di tahun pertama dan 93% di tahun berikutnya bila tidak dikendalikan.

Kesimpulan

  UPDKS merupakan salah satu hama yang paling sering dijumpai dalam perkebunan kelapa sawit, ulat api dan ulat kantong merupakan hama yang paling sering menyerang perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

  Setiap ulat memiliki ciri yang berbeda antara kelompok yang satu dengan lainnya, namun tetap memiliki kemiripian antar spesies dalam kelompok tersebut. UPDKS perlu dikendalikan segera agar tidak menyebabkan penurunan produksi dan ledakan populasi.

 

 

 

Daftar Pustaka

[1] Nurhasnita F, Yaherwandi F, Efendi S. (2020). Survei hama pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya. Agriprima  : Journal of Applied Agriclutural Sciences, 4(1): 6-17. doi:https://doi.org/10.25047/agriprima.v4i1.347

[2] Ikhsan  Z, Suhendra D, Hidrayani, Kurniawati S, Tania R. (2022). Level Attack of Caterpillar on Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Plantations in Dharmasraya District, West Sumatera Province. doi:https://doi.org/10.21107/agrovigor.v16i1.17809

[3] Elvira D. (2021). Klasifikasi Citra Daun Kelapa Sawit Yang Terkena Dampak Hama Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (KNN). Universitas Islam Riau.

Share

Other News

EFEKTIVITAS Cordyceps militaris DALAM MENEKAN POPULASI ULAT API
PEMETAAN KANDUNGAN PIRIT DALAM TANAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)