MANAJEMEN NUTRISI PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) DAN TANAMAN MENGHASILKAN (TM) KELAPA SAWIT

Admin BARI (Bakrie Agronomy Research and Innovation) | 16 July 2026 08:35

MANAJEMEN NUTRISI PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) DAN TANAMAN MENGHASILKAN (TM) KELAPA SAWIT

MANAJEMEN NUTRISI PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) DAN TANAMAN MENGHASILKAN (TM) KELAPA SAWIT

 

                                                                 M. Oki Indriawan, Khairuddin, Azis Kirom Siregar

 


 

PENDAHULUAN

  Manajemen nutrisi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Ketersediaan unsur hara yang seimbang dan tepat akan mendukung pembentukan sistem perakaran, pertumbuhan vegetatif, serta produksi tandan buah segar (TBS) yang optimal. Pengelolaan nutrisi pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) memiliki tujuan yang berbeda sehingga memerlukan strategi pemupukan yang spesifik sesuai kebutuhan tanaman. Oleh karena itu, program pemupukan harus disusun berdasarkan kondisi tanah, status hara tanaman, serta potensi produksi kebun.

1. Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

  Pada Fase TBM tujuan utama pemupukan adalah membentuk pertumbuhan vegetatif yang optimal sehingga tanaman dapat memasuki fase produksi dengan cepat dan seragam. Unsur nitrogen (N) berperan dalam pembentukan daun, fosfor (P) mendukung perkembangan akar, kalium (K) meningkatkan ketahanan tanaman, magnesium (Mg) diperlukan untuk pembentukan klorofil, sedangkan boron (B) berfungsi dalam pertumbuhan titik tumbuh. Pemupukan pada TBM dilakukan secara teratur dengan dosis yang disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi lahan.

 

2. Pada Tanaman Menghasilkan (TM)

  Pada Fase TM kebutuhan unsur hara meningkat karena tanaman tidak hanya mempertahankan pertumbuhan vegetatif tetapi juga menghasilkan tandan buah. Unsur kalium menjadi salah satu unsur yang paling banyak dibutuhkan karena berperan penting dalam pembentukan dan kualitas buah. Program pemupukan TM umumnya disusun berdasarkan hasil analisis tanah (Soil Sampling Unit/SSU) dan Leaf Sampling Unit (LSU), sehingga rekomendasi pupuk yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan tanaman secara tepat dan efisien.

 

Ilustrasi manajemen nutrisi TBM dan TM kelapa sawit

Gambar 1. Ilustrasi penyerapan unsur hara

 

3. Prinsip 5T

  Keberhasilan manajemen nutrisi sangat dipengaruhi oleh penerapan prinsip 5T, yaitu Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara, dan Tepat Tempat. Penerapan prinsip tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, mengurangi kehilangan unsur hara, serta mendukung produktivitas tanaman yang berkelanjutan.

Gambar 2. Prinsip pemupukan 

 

  Selain penggunaan pupuk anorganik, pemanfaatan bahan organik seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan penanaman Legume Cover Crop (LCC) dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

KESIMPULAN

  Manajemen nutrisi pada TBM dan TM merupakan aspek penting dalam budidaya kelapa sawit yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemupukan yang didasarkan pada kebutuhan tanaman, hasil analisis tanah dan daun, serta penerapan prinsip 5T akan meningkatkan efisiensi pemupukan dan mendukung keberlanjutan produksi kelapa sawit. Kombinasi penggunaan pupuk anorganik dan bahan organik juga berkontribusi dalam menjaga kesuburan tanah, meningkatkan efisiensi penyerapan hara dan produktivitas kebun dalam jangka panjang.

 

Daftar Pustaka

  1. Fairhurst, T. H., Griffiths, W., dan Hardter, R. 2003. Oil Palm: Management for Large and Sustainable Yields. Potash and Phosphate Institute, Singapore.
  2. Pahan, I. 2012. Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya, Jakarta.
  3. Corley, R. H. V. dan Tinker, P. B. 2016. The Oil Palm. Fifth Edition. Wiley Blackwell, United Kingdom.
  4. Lubis, A. U. 2008. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Indonesia. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.
  5. Ng, S. K. dan Thong, K. C. 1985. Nutrient Requirements and Fertilizer Management in Oil Palm. Incorporated Society of Planters, Kuala Lumpur


 

 

Share

Other News