Fungsi

  Membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasan terkait penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan Anda serta memastikan terselenggaranya Manajemen Risiko Perusahaan (ERM - Enterprise Risk Management)

Tugas

  • Melakukan evaluasi atas Kebijakan Manajemen Risiko dan memberikan penilaian atas limit risiko (risk appetite & risk tolerance) yang ditetapkan Direksi.
  • Melakukan evaluasi kecukupan prasarana, sarana, sumber daya dan kompetensi untuk penerapan ERM, serta memastikan pelaksanaan program ERM sesuai standar internasional dalam Manajemen Risiko.
  • Meminta laporan berkala dari manajemen mengenai risiko usaha, antara lain terkait teknologi, regulasi, pelaksanaan operasional, kebijakan strategis, persaingan usaha, keuangan, dan isu sosial; melakukan diskusi, evaluasi, verifikasi dan memberikan rekomendasi terkait pelaporan tersebut serta melaporkannya kepada Dewan Komisaris.
  • Bila diperlukan, berkomunikasi dengan Komite Audit terkait hasil audit yang menyangkut aspek pengkajian risiko dan kepatuhan; dan atas persetujuan Dewan Komisaris dapat mengundang pihak luar yang independen untuk melakukan audit terhadap pelaksanaan ERM.
  • Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wewenang

  • Memperoleh data/informasi dari auditor internal mengenai hasil audit internal yang terkait dengan risiko usaha.
  • Memperoleh laporan pelaksanaan kegiatan pantauan risiko dan kepatuhan yang dilakukan auditor eksternal.
  • Secara langsung berkomunikasi dengan penanggung jawab dan memantau efektivitas pelaksanaan ERM.
  • Atas persetujuan Dewan Komisaris, memperoleh fasilitas dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugasnya, termasuk:
    • Asistensi, nasehat, masukan dari tenaga ahli risiko.
    • Informasi yang diperlukan dari seluruh karyawan mengenai risiko.
    • Melakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan, auditor eksternal dan konsultan perusahaan bila diperlukan.
  • Atas persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi, melakukan pemeriksaan khusus atas indikasi penanganan risiko usaha yang tidak benar yang dapat menimbulkan dampak besar bagi perusahaan.