Fungsi

  Berfungsi untuk memberikan pertimbangan mengenai upaya pencegahan dampak dari hal-hal yang terkait dengan masalah lingkungan, serta dengan pemeliharaan hubungan sosial dan pengembangan jaringan komunikasi dengan masyarakat.

Tugas

  Mengkaji, mengawasi dan menganalisa:
 
  • Strategi, program dan kebijakan lingkungan dan hubungan sosial;
  • Kegiatan dan dampak upaya perlindungan lingkungan;
  • Kegiatan dan dampak upaya pemberdayaan masyarakat;
  • Isu lingkungan dan sosial terkini terkait industri perkebunan;
  • Pengaruh peraturan eksternal terkait masalah lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan terhadap kegiatan operasi perusahaan.

Wewenang

  Berwenang untuk memberikan rekomendasi atas prioritas tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah lingkungan dan hubungan sosial, sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.

Fungsi

  Berfungsi untuk memastikan dan memonitor implementasi kebijakan, strategi dan program investasi finansial perusahaan agar memenuhi hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Tugas

  Mengkaji, mengawasi dan menganalisa:
    • Strategi, program dan kebijakan finansial;
• Kebijakan dividen dan pembelian kembali saham;
• Kebijakan dan aktivitas perbankan, dan pengelolaan aset (banking and treasury);
• kebijakan dan aktivitas investasi umum;
• Strategi investasi;
• Perencanaan perpajakan.

Wewenang

  Memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi atas prioritas investasi pada batas minimal yang telah ditetapkan.

Fungsi

  Membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasan terkait penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan Anda serta memastikan terselenggaranya Manajemen Risiko Perusahaan (ERM - Enterprise Risk Management)

Tugas

  • Melakukan evaluasi atas Kebijakan Manajemen Risiko dan memberikan penilaian atas limit risiko (risk appetite & risk tolerance) yang ditetapkan Direksi.
  • Melakukan evaluasi kecukupan prasarana, sarana, sumber daya dan kompetensi untuk penerapan ERM, serta memastikan pelaksanaan program ERM sesuai standar internasional dalam Manajemen Risiko.
  • Meminta laporan berkala dari manajemen mengenai risiko usaha, antara lain terkait teknologi, regulasi, pelaksanaan operasional, kebijakan strategis, persaingan usaha, keuangan, dan isu sosial; melakukan diskusi, evaluasi, verifikasi dan memberikan rekomendasi terkait pelaporan tersebut serta melaporkannya kepada Dewan Komisaris.
  • Bila diperlukan, berkomunikasi dengan Komite Audit terkait hasil audit yang menyangkut aspek pengkajian risiko dan kepatuhan; dan atas persetujuan Dewan Komisaris dapat mengundang pihak luar yang independen untuk melakukan audit terhadap pelaksanaan ERM.
  • Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wewenang

  • Memperoleh data/informasi dari auditor internal mengenai hasil audit internal yang terkait dengan risiko usaha.
  • Memperoleh laporan pelaksanaan kegiatan pantauan risiko dan kepatuhan yang dilakukan auditor eksternal.
  • Secara langsung berkomunikasi dengan penanggung jawab dan memantau efektivitas pelaksanaan ERM.
  • Atas persetujuan Dewan Komisaris, memperoleh fasilitas dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugasnya, termasuk:
    • Asistensi, nasehat, masukan dari tenaga ahli risiko.
    • Informasi yang diperlukan dari seluruh karyawan mengenai risiko.
    • Melakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan, auditor eksternal dan konsultan perusahaan bila diperlukan.
  • Atas persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi, melakukan pemeriksaan khusus atas indikasi penanganan risiko usaha yang tidak benar yang dapat menimbulkan dampak besar bagi perusahaan.

Fungsi

  • Melaksanakan tugas pengawasan;
  • Menetapkan kriteria pemilihan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi;
  • Menetapkan kriteria pemilihan calon anggota Komite-komite;
  • Mempersiapkan usulan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk memperoleh keputusan RUPS sesuai ketentuan Anggaran Dasar;
  • Mempersiapkan usulan besaran remunerasi anggota Komite-komite untuk memperoleh keputusan Dewan Komisaris.

Tugas

  Tugas Komite ini difokuskan pada penerapan sistem nominasi dan remunerasi di Perusahaan, dari perumusan kriteria kompetensi, proses asesmen internal, sistem dan proses kaderisasi, proses seleksi eksternal hingga pemantauan; termasuk penyusunan proposal sistem remunerasi dan sistem penilaian kinerja anggota Direksi, Dewan Komisaris dan Komite-komite.

Komite Nominasi dan Remunerasi juga bertugas melakukan peninjauan kembali secara periodik atas jenis dan jumlah remunerasi anggota Direksi dan Dewan Komisaris, serta melaksanakan tugas lain atas permintaan Dewan Komisaris.

Wewenang

  Berwenang untuk berkomunikasi dengan dan mendapatkan informasi yang diperlukan dari bagian Sumber Daya Manusia terkait sistem pembinaan dan pengembangan manajemen, sistem remunerasi yang berlaku, data individual, serta untuk menggunakan tenaga ahli dari luar yang diperlukan (dengan persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi).

Fungsi

  Membantu Dewan Komisaris dalam tugas pengawasan, serta memastikan efektivitas sistem pengendalian internal dan efektivitas pelaksanaan tugas auditor internal dan eksternal.

Tugas

  Tugas Komite Audit adalah memberikan pendapat profesional yang independen serta memberikan laporan kepada Dewan Komisaris mengenai hal-hal yang memerlukan perhatian khusus terkait informasi keuangan perusahaan, ketaatan perusahaan terhadap peraturan dan perundang-undangan pasar modal, pemeriksaan oleh auditor eksternal, serta kerahasiaan dokumen/data/informasi perusahaan.

Wewenang

  • Mengakses informasi mengenai karyawan, dana, aset serta sumber daya perusahaan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya;
  • Memperoleh informasi dari auditor;
  • Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan audit oleh auditor eksternal;
  • Memantau efektivitas sistem pengendalian manajemen;
  • Atas persetujuan Dewan Komisaris, dapat memperoleh fasilitas dan sumberdaya untuk melaksanakan tugasnya;
  • Melaksanakan pemeriksaan khusus.