Biaya yang dikeluarkan untuk program pengembangan kompetensi staf pada tahun 2018 adalah sebesar Rp292.825.274, untuk total 98 staf peserta pelatihan, dengan total waktu pelatihan mencapai 1.779 jam atau 18,15 jam per karyawan perserta pelatihan per tahun.

Selama tahun 2018, PT BSP tetap melanjutkan fokus program yang memberikan porsi yang lebih besar pada program pelatihan oleh fasilitator internal, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya pengembangan yang memungkinkan optimalisasi SDM serta percepatan proses penerapan budaya Berbagi Pengetahuan, serta tetap menjaga kualitas penyampaian dalam proses pembelajaran.

Ketenagakerjaan

Bentuk perhatian PT. BSP kepada karyawan tampak pada upaya perusahaan dalam membangun sistem pengupahan dan remunerasi yang kompetitif. PT. BSP menetapkan pengupahan sesuai peraturan Pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah serta kesepakatan antara Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS) dengan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja (PD-FSP), dan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP-SPSI). Dengan demikian batas standar pengupahan yang diberlakukan di PT. BSP telah memenuhi batas Upah Minimum Provinsi/Kabupaten (UMP atau UMK) dan sesuai dengan standar pengupahan di sektor perkebunan. Termasuk dalam standar pengupahan, PT. BSP memberikan bonus tahunan (sesuai kinerja individu dan kemampuan perusahaan), uang makan, uang mandah (uang pindah untuk mutasi pekerjaan antar perkebunan), upah kerja lembur, tunjangan hari keagamaan, jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan serta bantuan sosial lain kepada karyawan.

Kondisi Sumber Daya Manusia 2018

Pada tahun 2018 PT BSP mempekerjakan 8.724 karyawan, yang mencakup 5 komisaris, 5 direktur, 384 staf serta 8.330 non-staf, tidak termasuk buruh harian lepas (BHL).

Kesetaraan Kesempatan Kerja

PT BSP mempekerjakan karyawan dengan beragam latar belakang tingkat pendidikan. Setiap karyawan memberikan kontribusi positif untuk perkembangan perusahaan sesuai dengan kompetensi dan jenis pekerjaannya. Pada tahun 2018, staf PT BSP memiliki tingkat pendidikan dari SMA hingga S2 dengan komposisi 17,77% SMA, 4,82% Diploma (D3/D2/D1), 72,34% S1 dan 5,08% S2. Adapun untuk non-staf, memiliki jenjang pendidikan dari SD hingga S1 dengan komposisi 30,20% SD, 25,74% SMP, 39,56% SMA, 2,46% Diploma dan 2,15% S1. PT BSP juga memberikan kesempatan yang setara kepada semua karyawan untuk dapat menampilkan kinerja terbaiknya guna mencapai berbagai posisi dalam organisasi. Perbandingan komposisi antara karyawan pria dan wanita pada tahun 2018 adalah 85,79% dan 14,21% untuk staf, serta 92,76% dan 7,24% untuk non-staf.

Pengembangan Berbasis Kompetensi

Program pengembangan SDM berbasis kompetensi didasarkan pada Model Kompetensi PT BSP yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok: Kompetensi Inti, Kompetensi Kepemimpinan dan Kompetensi Profesional, dengan 5 (lima) tingkatan pada setiap kelompok. Proses pengkajian kompetensi dilakukan oleh internal assessor untuk seluruh staf di lingkungan PT BSP. Data Kajian Kompetensi berlaku untuk periode 2 (dua) tahun dan digunakan dalam pemetaan profil individu staf sebagai pelengkap aspek kinerja dalam penyusunan profil Human Asset Values (HAV).

Bentuk perhatian perusahaan kepada karyawan tampak pada upaya perusahaan dalam membangun sistem pengupahan dan remunerasi yang kompetitif. Perusahaan menetapakan pengupahan sesuai peraturan Pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah serta kesepakatan antara Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS) dengan pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja (PD-FSP), dan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP-SPSI). Dengan demikian batas standar pengupahan yang diberlakukan di Perusahaan telah memenuhi batas Upah Minimum Provinsi/Kabupaten (UMP atau UMK) dan sesuai dengan standar pengupahan di sektor perkebunan. Termasuk dalam standar pengupahan, Perusahaan memberikan bonus tahunan (sesuai kinerja individu dan kemampuan perusahaan), uang makan, uang mandah (uang pindah untuk mutasi pekerjaan antar perkebunan), upah kerja lembur, tunjangan hari keagamaan, jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan serta bantuan sosial lain kepada karyawan.