Biaya yang dikeluarkan untuk program pengembangan kompetensi staf pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 314.997.054 untuk 12 program pelatihan internal dan 16 program pelatihan eksternal, dengan total waktu pelatihan mencapai 12.155 jam atau 18,08 jam per karyawan per tahun – yang lebih tinggi dari target pencapaian 16 jam per tahun untuk total 538 staf yang menerima pelatihan. Nilai rata-rata efektivitas pelatihan adalah 3,01 dari skala 4,00; dengan pengukuran yang mencakup materi pelatihan, pengajar serta fasilitas selama pelatihan. Untuk pengembangan kompetensi pegawai non-staff, PT. BSP melaksanakan program pelatihan (pengembangan diri, komunikasi dan gugus kendali mutu) untuk Mandor 1 yang membawahi lebih dari 50 orang tenaga panen. Untuk tahun 2015 program ini melibatkan 119 Mandor 1 dari 11 unit usaha.

Ketenagakerjaan

Bentuk perhatian PT. BSP kepada karyawan tampak pada upaya perusahaan dalam membangun sistem pengupahan dan remunerasi yang kompetitif. PT. BSP menetapkan pengupahan sesuai peraturan Pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah serta kesepakatan antara Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS) dengan Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja (PD-FSP), dan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP-SPSI). Dengan demikian batas standar pengupahan yang diberlakukan di PT. BSP telah memenuhi batas Upah Minimum Provinsi/Kabupaten (UMP atau UMK) dan sesuai dengan standar pengupahan di sektor perkebunan. Termasuk dalam standar pengupahan, PT. BSP memberikan bonus tahunan (sesuai kinerja individu dan kemampuan perusahaan), uang makan, uang mandah (uang pindah untuk mutasi pekerjaan antar perkebunan), upah kerja lembur, tunjangan hari keagamaan, jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan serta bantuan sosial lain kepada karyawan.

Kondisi Sumber Daya Manusia 2015

Pada tahun 2015 PT. BSP mempekerjakan 14.471 karyawan, yang mencakup 6 komisaris, 7 direktur, 663 staf, 13.791 non-staf dan 4 trainee. Pengurangan jumlah pekerja non-staf sebesar 18,78% pada tahun 2015 adalah terkait selesainya kontrak dengan perusahaan penyedia tenaga kerja harian lepas.

Kesetaraan Kesempatan Kerja

PT. BSP mempekerjakan karyawan dengan beragam latar belakang tingkat pendidikan. Setiap karyawan memberikan kontribusi positif untuk perkembangan perusahaan sesuai dengan kompetensi dan jenis pekerjaannya. Pada tahun 2015, 29,58% karyawan tingkat staf memiliki tingkat pendidikan Sekolah Dasar, 22,10% Sekolah Menengah Pertama, 38,26% Sekolah Menengah Atas, 3,32% D3/D2/D1, 6,44% S1, 0,28% S2 dan 0,03% S3. PT. BSP juga memberikan kesempatan yang setara kepada semua karyawan untuk mencapai berbagai posisi dalam organisasi, dan memiliki kinerja yang baik. Perbandingan komposisi antara karyawan pria dan wanita pada tahun 2015 adalah 92,31% dan 7,69% untuk staf.

Pengembangan Berbasis Kompetensi

Program pengembangan SDM berbasis kompetensi didasarkan pada Model Kompetensi PT. BSP yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok: Kompetensi Inti, Kompetensi Kepemimpinan dan Kompetensi Profesional, dengan 5 (lima) tingkatan pada setiap kelompok. Proses pengkajian kompetensi dilakukan oleh internal assessor untuk seluruh staf di lingkungan PT. BSP. Data Kajian Kompetensi berlaku untuk periode 2 (dua) tahun dan digunakan dalam pemetaan profil individu staf sebagai pelengkap aspek kinerja dalam penyusunan profil Human Asset Values (HAV). Untuk tahun 2015, kajian kompetensi dilaksanakan untuk 552 karyawan, yang hasilnya dijadikan sebagai dasar bagi Analisa atas Kebutuhan Pelatihan

Bentuk perhatian perusahaan kepada karyawan tampak pada upaya perusahaan dalam membangun sistem pengupahan dan remunerasi yang kompetitif. Perusahaan menetapakan pengupahan sesuai peraturan Pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah serta kesepakatan antara Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS) dengan pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja (PD-FSP), dan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP-SPSI). Dengan demikian batas standar pengupahan yang diberlakukan di Perusahaan telah memenuhi batas Upah Minimum Provinsi/Kabupaten (UMP atau UMK) dan sesuai dengan standar pengupahan di sektor perkebunan. Termasuk dalam standar pengupahan, Perusahaan memberikan bonus tahunan (sesuai kinerja individu dan kemampuan perusahaan), uang makan, uang mandah (uang pindah untuk mutasi pekerjaan antar perkebunan), upah kerja lembur, tunjangan hari keagamaan, jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan serta bantuan sosial lain kepada karyawan.