Perusahaan Anda senantiasa menyelenggarakan manajemen yang sehat, transparan dan akuntabel sebagai salah satu bentuk perwujudan GCG. Salah satu upaya dalam mewujudkan GCG tersebut adalah adanya mekanisme dalam menanggapi dan menindaklanjuti pengaduan/pelaporan dari para pemangku kepentingan internal maupun eksternal atas dugaan-dugaan tindakan pelanggaran dalam perusahaan (whistleblowing system).
Rancangan Sistem Pelaporan dan Penanganan Tindak Pelanggaran (SPPTP) di Perusahaan Anda mengacu pada kaidah-kaidah yang berlaku umum dengan mempertimbangkan karakter dan budaya perusahaan.

Tujuan dan Manfaat Whistleblowing System

Tujuan dari rancangan penerapan Sistem Pelaporan dan Penanganan Tindak Pelanggaran adalah menyediakan sarana dan mekanisme dalam menangani pengadaan para pemangku kepentingan - baik internal maupun eksternal - atas dugaan pelanggaran oleh segenap tingkatan karyawan dan jajaran manajemen di perusahaan yang ditindaklanjuti dengan adil dan dapat dipertanggungjawabkan.

Manfaat tersedianya SPPTP meliputi tetapi tidak terbatas pada:

  • Terciptanya iklim yang kondusif dan mendorong pelaporan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non-finansial, termasuk hal-hal yang dapat merusak citra perusahaan;
  • Mempermudah manajemen untuk menangani secara efektif laporan-laporan pelanggaran dan sekaligus melindungi kerahasiaan identitas pelapor (whistleblower);
  • Timbulnya keengganan untuk melakukan pelanggaran karena tersedianya sistem pelaporan pelanggaran yang efektif;
  • Tersedianya mekanisme deteksi dini (early warning system) atas kemungkinan terjadinya masalah akibat suatu pelanggaran;
  • Mengurangi risiko yang dihadapi perusahaan, akibat dari pelanggaran baik dari segi keuangan, operasi hukum, keselamatan kerja dan reputasi;
  • Mengurangi biaya dalam menangani akibat dari terjadinya pelanggaran;
  • Meningkatnya reputasi perusahaan di mata para pemangku kepentingan, pembuat regulasi (regulator) dan masyarakat umum;
  • Memberikan masukan atau usulan kepada manajemen perusahaan untuk dapat melihat lebih jauh area kritis dan proses kerja yang memiliki potensi kelemahan pengendalian internal, serta untuk merancang tindakan perbaikan yang diperlukan.